Hoihoihoi Desember sudah tiba
SENANG!!!!
Ada satu kewajiban yang di bulan Desember yang saya sangat benci sekaligus errrr menyenangkan. Apakah ituuu??? #engingeng
BAYAR PAJAK MOTOR !!!sekaligus ngecengin polisi samsat
Jadi inget tahun lalu pagi – pagi dengan dandanan rapi jali saya berangkat sekitar jam 9 dengan harapan samsat belum ramai tapi ternyata SALAH BESAR!!!
Sesampainya di tempat parkir samsat saya bingung mau parkir di mana. Walau motor saya jelek tapi kalau di parkir sembarangan terus hilang masih ada kemungkinan saya pulang nanti digorok dimarahi. Setelah itu dengan perjuangan yang tinggi saya masuk gedung yang sudah berisi lautan manusia #lebaytapiserius
Ada beberapa hal yang membuat saya geleng – geleng sambil nyengir
#1. Tidak ada yang antri
Di depan loket isinya orang semua, mulai dari ibu-ibu, simbah-simbah, bapak-bapak, mbak-mbak (saya ini :P), mas-mas. Pak Polisi yang ada di depan loket bilang “Bapak dan Ibu yang ada di depan loket tolong mundur dulu, beri jalan untuk yang mau maju” DOEEENGG!!!
Heran kok tidak dibuat sistem antri seperti di bank yang lebih rapi plus teratur.
#2. Bayar pajak terlihat seperti nonton konser di lapangan
Satu ruangan penuh!
Kenapa kok bisa begitu??
Bulan Desember banyak libur bersama, pak Polisi yang di samsat ikut libur juga dong
Jadi, banyak orang (termasuk saya :P) bayar pajak lebih awal, maklum kita kan warga negara yang baik. Huahuahua
#3.Kursi tunggu dijajah orang yang tidak tepat
Kursi tunggu di samsat terbatas tapi malah diduduki oleh mas – mas dan bapak – bapak yang terlihat segar bugar padahal di depannya ada simbah – simbah dan ibu – ibu atau mbak – mbak mungil seperti saya (gak baleh protes! Hahahah). Akibatnya, banyak yang dari memasukkan fotokopi BPKB di loket pertama sampai mengambil STNK di loket terakhir harus berdiri.
Nb: saya antri dari loket pertama sampai loket terakhir dari pukul setengah 10 sampai pukul 1 dengan posisi berdiri dan berdesak-desakan (plus diketekin orang). Rasanya??? Sensasinya tak terlupakan
#4. Banyak orang yang tidak berkepentingan masuk ke ruangan
Samsat BUKAN tempat piknik sodara –sodara
Jadi, Bapak Ibu Mas dan Mbak yang pergi bersama suami istri pacar adik kakak anak tolong jangan diajak masuk. Ini nih yang membuat samsat jadi lautan manusia. Buat apa diajak masuk? Mau dijadiin suporter? Lo kata ini pertandingan. Apalagi ibu – ibu yang nemenin suaminya sambil gendong bayi yang nangis terus, ya gimana mau diem lhaa ruangannya aja panas plus penuh sesak.
#5. Ada yang kentut!
Kalau yang ini cuma ada satu kata TERLALU!!!
# 6. Dst dst dst
Tahun lalu setelah sampai loket terakhir saya berjanji dalam hati yang bayar pajak motor saya selanjutnya Bapak saya saja, tapi janji tinggal janji... sayang seribu sayang janji hancur seketika pas liat Pak polisi yang jaga loket terakhir huahuahua
Pesan moral:
marilah bayar pajak biar bisa ketemu polisi ganteng :DDD
-hani here,,,sign out!
wew..dah expert ternyata..tolong ajarkan saya menulis sensei =)
ReplyDeletemuahahahah
ReplyDeletejangan gitu bang :P
jadi malu saya