Sunday, August 14, 2016

H2O Reborn Phase 0.1



Sama kayak versi onlinenya sih. Saya penasaran sama CD soundtracknya, hihihi.... Tapi baca cetak fisiknya gini rasanya emang beda sih ya...

Saturday, August 13, 2016

akhirnya


Sudah 5 bulan sejak pengen ini. Sebenernya udah selesai baca bulan kemarin sih. Tapi waktu itu bacanya langsung chapter 12, hahah... yes, saya senggaksabar itu. Akhirnya baca lagi dari awal.

NYC
I like Chrysler on the cover. Kayaknya itu satu-satunya landmark New York yang saya tahu. Buku ini meskipun kebanyakan settingnya di New York dan saya belum pernah ke sana, nggak membuat jadi “jauh” atau gimana. Udah terlanjur jatuh cinta sama Bapak Sungai kali ya, hihihi...
Satu-satunya tempat yang saya tahu di novel ini hanyalah Central Park di Manhattan. Tahunya juga dari Extreme Ghostbusters, hahah... Duh, jadi kangen Kylie sama Eduardo *baper* Tempat lain yang bikin penasaran: Paley Park, WORD bookstore in Brooklyn, and Montauk lighthouse.

Enlightment
Kata-kata dalam bahasa Inggris sesepele selfie stick, misalnya. I was like, ”Selfie stick apaan?” untuk kemudian nepuk jidat sendiri “Ya Allah, tongsis!” atau counterfactual thinking, hal yang sering dilakukan tapi tidak tahu namanya. I didn’t even know that it has a name! PostSecret dan cerita tentang bangunan-bangunan yang dilewati Raia dan River.

Favorite characters
Ya Bapak Sungai lah ya Well, River yang bikin jatuh cinta sama cerita ini. I like the way Kak Ika wrote details about him. Beanie hat abu-abu, lesung pipi, kaus kaki hijau, sneakers coklat, popcorn, the way he eats otak-otak...
I like Bang Paul dengan logat Bataknya. “Golek-golek.” Kalo di sini jadinya ”nyari-nyari” :D Aga and Mimi seem nice and fun, too. Mimi mewakili pembaca banget tuh, haha...

Favorite scenes
Mi instan! Sama waktu Mamaw jawab pertanyaan Raia di telepon.

Buku ini lumayan “padat” menurut saya, dengan flashback di sana-sini. Dan bisa banget ceritanya dilanjutin. Bisa banget :D I can live with this, though :D